Terkait aksi demo para pelajar di Jakarta, Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengamankan ratusan pelajar yang hendak berangkat ke Jakarta dan balik dari Jakarta.

Para pelajar tersebut diamankan anggota Polisi dari 4 wilayah yakni, Jatiuwung, Neglasari, Benteng dan Batu Ceper, diduga terkait aksi demo para pelajar di Jakarta, Rabu (25/9/2019).

“Jadi, para pelajar yang kita amankan ini terkait kejadian di Jakarta, yang melakukan demo di depan DPR RI, bahkan sampai malam ini belum selesai yang berujung aksi anarkis,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Abdul Karim, kepada awak media.

Dijelaskan Kapolres, bahwa kejadian sudah berlangsung sejak Rabu siang ini, pihaknya dari jajaran Polres Metro Tangerang Kota dari tadi sore sudah mengambil langkah-langkah yaitu melakukan pemeriksaan dan pengecekan bahkan sampe malam ini.

“Kita lakukan penyekatan untuk memeriksa para pelajar, baik yang berangkat ke Jakarta maupun yang kembali dari Jakarta. Ternyata kita dapati para pelajar yang jumplahnya cukup banyak, baik yang hendak berangkat dan kembali dari Jakarta,” ungkap Kapolres.

Selain wilayah Kota Tangerang, para pelajar juga diamankan di Polsek Sepatan malam ini. Mereka disinyalir akan berangkat ke Jakarta tengah malam kurang lebih 15 orang.

Menurut Kapolres kebanyakan mereka dari wilayah Kabupaten Tangerang. Tapi ada beberapa ada juga dari Kota Tangerang, pihaknya melakukan langkah antisipasi, karena Ia (Kapolres-red) tidak mau ada korban lagi di wilayah Kota Tangerang.

“Dulu ada yang pernah sampe meninggal dunia, ini jangan sampe terjadi lagi. Saya tanya mereka mengaku tidak tau hanya ikut-ikutan taunya dari Medsos. Kita akan dalami sumbernya dari mana ajakan siapa, dan mereka tidak saya pulangkan sebelum orang tuanya tau,” kata Kapolres.

Tak hanya para pelajar, pihaknya juga akan memeriksa Kepala sekolahnya untuk minta pertanggungjawaban, bagaimana proses pengawasan terhadap murid-muridnya. Malam ini pihaknya juga tetap akan melakukan pemeriksaan sweping sambil melihat eskalasi di Jakarta juga.

“Mereka bawa alat peraga dan saya yakin semua bawa, mungkin yang lainya dibuang. Dan pengakuan mereka alat peraga bukan mereka yang buat, ada orang lain yang membuat mungkin temenya masih kita dalami,” ucapnya.

“Mereka nggak ngerti apa-apa kok bisa berangkat ke Jakarta ini kan pertanyaan besar kalau tidak ada yang mengajak dan mengkondisikan tidak mungkin dia nekad berangkat, ini yang lagi kita dalami,” tandas Kapolres.

Ia meminta kepada instansi pemerintah, khususnya Kepala Daerah dan dinas-dinas terkait dan kepala sekolah harus betul-betul meningkatkan kewaspadaan juga orang tuanya.

“Yang bukan pelajar akan kita cek sejauh mana peranya apa bila terbukti akan saya proses, mereka ini korban. Dan jika ada kelalaian pihak sekolah akan kita tindak juga. Saya yakin akan bisa kita temukan dan bisa saya ungkap siapa dibelakang ini semua,” pungkas Kapolres.

Humas Polrestro Tangkot